Rabu, 13 Oktober 2010

Tugas Kommas : Grace Vidya (09120110022)

1.      Tiga paradigma komunikasi :
·         Positivistik : Paradigma yang menganggap benar  jika ada satu orang saja atau lebih berkata “Ya” akan suatu realitas, maka realitas tersebut benar adanya. paradigma ini, bersifat objektif – melihat dan menilai apa adanya sesuai kenyataan yang terjadi depan mata.
·         Konstruktivistik (konstruktif) : Kebenaran dalam paradigma ini merupakan sesuatu yang dibangun dan bersifat subyektif. Bahwa apa yang dikatakan orang pada suatu kejadian, yang dikatakannya itu adalah sudah merupakan konstruksi orang itu. Tidak bisa langsung mengatakan benar atau salah tetapi melihat pada apa yang kita pikirkan terlebih dahulu. Konstruksi tiap-tiap orang pasti berbeda. Pandangan tiap orang dikumpulkan, kemudian diambil kesimpulan dan menjadi konstruktif bersama.
·         Kritis (latar belakang yang mendasari) : Paradigma ini mengangap bahwa kebenaran pasti didasari oleh latar belakang tertentu dan selalu mencurigai bahwa segala informasi yang diterima, selalu melihat apa yang terjadi/ada di balik statu peristiwa. Menggunakan teori Iceberg.

2.      Empat Grand Theory :
·         Post-positivistik (turunan paradigma positivistik) :
            - Ciri-cirinya : memandang bukti, fakta atau data sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, yang memiliki latar belakang atau makna tertentu yang sangat kontekstual dengan lingkungannya.
- Pengetahuan diperoleh dari hasil penelitian.
- Pengetahuan/pernyataan diperoleh melalui observasi lapangan, survey, angket,   quisioner, dan polling.
·         Hermeneutic (konstruksi yang ada dibenak orang) :
            - Konstruksi yang tercipta dalam pikiran seseorang, biasanya digunakan untuk mengkaji kitab suci dan berita.
- Kebenaran diungkapkan dalam bentuk interpretatik, berdasarkan keyakinan tertentu.
- lebih melihat pada teks(menciptakan konstruksi dalam pikiran orang dan konteks(budaya yang melatarbelakangi).
·         Normatif (baik dan ideal umumnya berlaku) :
-  Teori ini menguraikan standar etik (benar atau salah).
            -  Menekankan segala sesuatu yang idealnya berlaku secara umum.
- Setiap masyarakat memiliki konsep normatifnya sendiri. Contoh: Imlek pemberian angpao.
·         Critical theory (filsafat Karl Marx) :
            - mempertanyakan dan menggugat sesuatu yang umum.
            - berhasil karena kerja bukan ide.
- Memfokuskan pada pembebasan nilai dominasi dari kelompok yang ditindas.

 3.      a. Munculnya industri media :
Awal mula: Pertengahan abad ke 19, bertambahnya permintaan masyarakat mengenai media murah mendorong perkembangan beberapa media baru. Masyarakat tidak menyukai narasi panjang dan cenderung  untuk membaca komik, ikuti olahraga, dan membaca sebagian besar kejadian sepele yang terkesan fiktif. Lalu muncul yellow journalism/ the yellow kid dipelopori oleh koran Hearst, yakni surat kabar yang dalam penulisan beritanya memberi sedikit perhatian dalam hal keakuratan dan berita cenderung ditulis dengan gaya berlebihan (di bagian judul).
Perkembangan: Perkembangan industri media sekarang lebih terbuka kepada keinginan pemirsa walaupun dampak jangka panjangnya akan merugikan permirsa. Seiring berjalannya waktu, mereka menjadi lebih bertanggung jawab secara sosial - lebih bersedia untuk menyensor atau membatasi distribusi materi yang kontroversial dan lebih peduli kepada pelayanan jangka panjang publik.

b. Jenis Propaganda : terdapat 3 macam propaganda dalam perkembangan media, yaitu :
@ White propaganda : dasarnya benar, menggunakan disinformasi yang menonjolkan kelemahan lawan. Contoh : iklan Aqua yang menemukan melalui risetnya ada bakteri ecoly.
@ Black propaganda : dasarnya salah, pembuat propaganda tidak dapat menyebut sumber karena tidak benar-benar terjadi, hanya dirancang/disengaja demi mencapai suatu kepentingan atau menjatuhkan lawan. Sifatnya tertutup lewat orang lain. Contoh: AXIS yang isunya dari telepon setan.
@ Grey propaganda : dasarnya sangat tidak jelas, hanya berupa gosip belaka, kebenarannya tidak dapat dipastikan. Contoh : gosip Raul dan Krisdayanti.

4.      Teori normatif :
Latar belakang kemunculan selama era jurnalisme kuning, media profesional objektivitas, dan sensitivitas publik masih kurang. Terjadi perang salib antar industri media dan tujuannya adalah penghapusan pesan yang buruk dan industri media yang tidak bertanggung jawab.
Muncul  1920-an dan 1930-an dan kejayaannya media bersifat bebas atau radikal. Media tidak mau diatur, sering memberikan pesan buruk, vulgar, dan membawa dampak negatif bagi banyak pihak. Muncul teori Tanggung Jawab Sosial Pers (Siebert, Peterson, dan Schramm, 1956) yang menekankan bahwa diperlukannya pers yang independen yang dapat mendalami lembaga sosial lainnya dan secara obyektif memberikan laporan berita yang akurat. Mendapatkan keputusan bahwa media tetap bebas tetapi haruslah bertanggung jawab. Media diawasi oleh badan sensor pemerintah sehingga memunculkan tanggung jawab sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar